"Aku adalah Yesus, lahir dalam Daging. Anakku, Aku telah lama menantikan kedatanganmu. Tidak hanya di kapel ini, tetapi juga di tempat yang sekarang engkau tempuh secara rohani. Datanglah ke Cahaya yang melingkarinya Luarannya dan memeluk Hati KudusKu Yang Paling Suci. Ini adalah panggilan Aku kepada mu. Aku telah mengungkapkan kepadamu, seperti tidak ada orang lain, Kamar Dalam Hatiku. Sementara dunia mengetahui tahap-tahapan kearifan rohani, sekarang Aku telah mengungkapkan jalan untuk menjalankan masing-masingnya. Sekarang seluruh umat manusia dapat mengenali Hatiku. Jangan ragu untuk menyebarkan kata-kata dari Hati Bersatu Kami dan Kamar-Kamar ini ke mana-mana. Jika mereka menolak Pesan, maka mereka menolak Aku."
Maureen: "Yesus, apakah ada sesuatu yang kami bisa lakukan, doa apa saja yang dapat kita ucapkan, atau orang-orang yang dapat kami hubungi untuk menyebarkannya lebih jauh?"
"Jangan takut, anakku, terhadap pintu yang menutup dengan keras di hadapanmu. Itulah kebanggaan. Jika engkau takut ditolak dan karena itu tidak menyebarkan Pesan ini, berarti engkau lebih mencintai reputasimu daripada Aku. Dan kamu tidak tahu, beberapa pintu mungkin terbuka lebar yang kamu pikir akan menabrak hidungmu."
"Kami maju satu jiwa demi satu jiwa. Aku tahu engkau tidak suka matematika (Dia tersenyum), tetapi satu dan satu menjadi dua. Usaha-usaha kecil bertambah dan menumpuk. Yakinlah padanya. Dunia tidak dapat meletakkan harga pada sebuah jiwa. Dunia tidak dapat memahami kekal abadi. Ini adalah bukti dari jurang yang besar yang telah ditetapkan antara manusia dan Pencipta melalui kebebasan berkehendak. Tetapi Kamar-Kamar Hatiku sekarang terbuka dan siap menjembatani celah antara Surga dan bumi."
"Yang tersisa hanya untuk umat manusia memilihnya. Doakanlah agar hati-hati memilih Kamar-Kamar Suci ini. Aku menunggu mereka."
"Cahaya yang luar biasa yang sekarang engkau lihat mengalir dari LuaranKu akan suatu hari menyinari setiap hati dan meyakinkan setiap perasaan bersalah. Kemudian hati-hati akan berkelap-kelip ke kudus daripada mengejeknya. Nafsu nafsu rohani akan menginginkan persatuan dengan Kehendak Ilahi BapaKu. Nilai-nilai akan berubah dan kesucian ini akan dicari."
"Itulah ketika akhir menjadi awal."