Hari ini, Santa Perempuan muncul dengan Anak Yesus dalam pelukannya. Di samping mereka adalah St. Gabriel dan St. Mikael Arkanjel. Pada malam ini, Bunda Allah memberikan pesan berikut:
Damai, anak-anak ku yang tercinta!
Aku, Ibu Surga kamu, mengundangmu pada malam ini untuk bertobat dan damai. Damai, damai, damai! Doakanlah untuk damai, anak-anaku, karena damai dapat mentransformasi dunia dan keluarga-kamu. Jadilah pembawa damai. Anakku Yesus adalah damai. Inginkanlah memiliki Anakku dalam hidupmu dan hatimu, agar karunia-Nya yang ilahi tetap ada di kalian.
Ambillah cinta Anakku dan cintaku sebagai Ibu ke dalam hati kamu.
Aku berdiri di sini bersama Yesus, Yang dapat memberikanmu kehidupan abadi dan damai yang sangat diperlukanmu.
Jadilah anak-anak Allah yang benar-benar menyaksikan iman mereka. Cintailah imanmu, anak-anaku, percayalah lebih dan lebih lagi, karena Anakku ingin menjadikan kalian menjadi pria dan wanita dengan iman yang besar.
Aku memberkati semua kamu dengan berkah damai dan cinta, dan Aku meletakkan doamu dan niat-niatmu di hadapan hati kasih Anakku Yesus. Aku memberkati kalian: dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin!
Santa Perempuan dengan hatinya penuh cinta dan damai yang sebenarnya di pelukannya, memberi berkah kepada seluruh dunia hari ini dengan cara khusus. Bunda Allah melihat orang-orang yang hadir di Gereja dan memberkati satu per satu dengan berkah damai dan cinta.
Selama penampakan itu, Dia memintaku sesuatu secara khusus mengenai hidupku. Dia menggalakkan aku untuk maju dengan keyakinan dan bahwa aku tidak perlu takut pada apa pun. Dia membuat tanda salib di dahiku dan Anak Yesus meletakkan tangan kanannya padaku memberkati aku. Dari tangan Jesus keluar cahaya yang indah yang menyebar ke seluruh diri ku. Yesus menjelaskan kepadaku bahwa pekerjaan Bunda-Nya yang Mahasuci sangat besar dan suci sehingga jika orang-orang memahaminya, mereka tidak akan pernah menutup hatinya terhadapnya dan tidak akan bertukar dengan apa pun di dunia ini. Berapa banyak yang meninggalkan karya-karya Allah untuk manusia, proyek-proyek duniawi atau keinginan hati dingin. Orang-orang itu tidak akan pernah mencapai kesucian, karena mereka tidak mencari kehendak Allah, tetapi nafsu dan hasrat mereka sendiri. Hatiku harus berpusat hanya pada cinta Allah. Ketika hatiku menjadi terikat kepada sesuatu, orang atau benda maka ia tidak dapat milik Allah secara penuh. Marilah kita refleksikan: Mencintai tetangga ya, tapi jangan terlalu terikat karena manusia dan benda dunia ini semua akan berlalu, tetapi hanya cinta Allah yang tidak berlalu, karena itu adalah cinta abadi.