Hari ini selama jam berkat yang kami mulai pada siang hari dengan doa rosario, Bunda muncul. Dia berpakaian putih, gaun putih. Perempuan Suci sangat cantik dan menyebarkan cahaya yang sangat indah dan kuat memberi saya pesan berikut:
Aku adalah Konsepsi Sukacita. Aku penuh berkat. Aku Ibu Harapan, Ibu Firman Ilahi, yang menjadi daging dalam rahim perawanKu. Aku ingin membawa kepadamu pesan damai dan harapanKu. Hari ini dunia memandang aku dan menghormati aku dalam kehormatan besar yang diberikanku oleh Tuhan Kudus tiga kali: Aku suci karena PutraKu, Anak Domba Allah yang murni dan sempurna, memilih aku menjadi Ibu Suci-Nya dan dalam rahim perawanKu Dia menjadi daging. Aku suci karena aku kemuliaan bagi semua orang yang setia mengikuti jalan PutraKu, menjadi perlindungan terhadap segala kejahatan dan bahaya jiwa, bagi mereka yang menyerahkan diri kepada pelindungan ibuKu. Aku suci karena aku tanda, cahaya surga paling murni dan langit, yang mendahului kedatangan orang yang menyelamatkan hidup mereka dan Cahaya untuk jiwanya, dan aku tanda kekalahan dan kebingungan ular jahat dan neraka.
Dalam Konsepsi SukacitaKu anak-anak kecil, Allah telah menyiapkan karunia dan cara yang efektif untuk mengatasi semua godaan dan jebakan musuh, sehingga keberhasilan penderitaan, kematian dan kebangkitan PutraKu dapat diterima dan hidup dalam kehidupanmu sebagai karunia penyembuhan hidup dan penyelamatan bagi jiwamu.
Mengenai jam ini mengapa hanya jam berkat?
Karena dalam jam itu tangan dan kaki Anakku ditusuk oleh paku-paku yang menyakitkan dan tebal, serta jam ketika jiwaku yang suci dan tak bernoda ditusuk oleh pedang sakit yang mengerikan, karena melihat Putra saya yang tercinta dan terkasih Yesus disilangkan pada pohon salib. Betapa mengerikannya saat itu, Anak Domino yang murni, sempurna, dan tanpa noda dipertaruhkan kepada Bapa Abadi sebagai penebusan dosa-dosa manusia, supaya orang-orang dapat memperoleh pengampunan dan kasih karunia ilahi, serta aku, Ibunya yang tak bernoda, memiliki hatiku dan jiwaku ditusuk oleh pedang sakit. Apa yang Anakku alami dalam tubuhnya, aku alami dalam jiwa dan Hatiku. Dia, Firman yang menjadi daging, dan aku, Yang Tak Bernoda, karunia murni Allah, melalui siapa anugerah-anugrahNya dan berkah-berkahnya mencapai manusia. Dua korban menawarkan diri kepada Bapa Abadi karena kasih: Yesus, korban yang paling utuh untuk memenuhi dengan darahnya dosa-dosa orang-orang, dan aku, dalam kebajikan dan karunia keutamaanNya yang diberikan pada jiwaku sebagai Ibunya dan Ibu umat manusia, juga bersatu dengannya saat itu menawarkan air mata ibu saya dan sakit-sakit yang menginvasi seluruh keberadaan ku memohon untuk jiwa-jiwa yang diselamatkan dengan cara yang begitu mahal dengan darahNya yang mulia, meminta pengampunan Bapa Abadi sebagai coredentrix.
Lihat mengapa ini adalah jam karunia. Lihat mengapa dalam jam ini hati-hati dingin, keras dan tanpa hidup berubah dan terbuka kepada Tuhan, karena itu adalah jam ketika Raja para raja dan Tuhan para tuhan, Anak Domino yang tak bernoda menawarkan diriNya pada pengorbanan martir yang sangat menyakitkan Salib dan Ibunya Yang Tak Bernoda pada pengorbanan martir jiwa yang sangat menyakitkan.
Manfaatkan dengan baik jam karunia ini, karena aku, Karunia Murni Allah, di sini untuk memberkati kamu dan mempresentasikan semua permintaanmu di hadapan takhta ilahinya yang mahamulia, dan aku menjamin bahwa anugerah-anugrah yang kamu terima adalah anugerah khas, anugerah yang berasal dalam-dalam dari Hati Yesus bagi semua anak-anak yang memberontak, tidak berterimakasih dan jauh, karena firman-firman ilahinya berbunyi kuat di dunia saat ini: Bapa, ampuni mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan! Dan Bapa Sorga pada saat itu memberi orang-orang laki-laki dan perempuan kesempatan lagi, serta memberikan kasihNya dan pengampunanNya.
Doa, doa, doa, dan dunia akan berubah. Aku mencintaimu dan memberkatikamu: dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin!
Selama seluruh hari hidupku aku selalu bersatu dengan Allah dan Allah bersama ku. Ketika Anakku Yesus menjadi insani dan datang ke dunia dari saat itu, hatiku yang Suci berdetak bersatu dengannya dalam satu perbuatan cinta, seperti Hati Kudus Santo Yusuf. Kamu juga jadilah demikian dengan Yesus. Mintalah karunia ini melalui perlindungan ku dan perlindungan St. Joseph: agar hati-hatimu pun dapat berdetak bersatu dalam satu perbuatan cinta dengan Hati Suci Anakku, dan yakinlah bahwa detakan hatiku dan hati suamiku Yusuf juga akan bersatu.