Yesus berkata: “Wahai umatKu, Aku dihadiahkan di Bait Allah menurut adat Yahudi untuk menyucikan kepada Allah anak laki-laki pertama kelahirannya. Ini bermula dari wabah terakhir terhadap Firaun dan orang Mesir dimana malaikat kematian membunuh anak laki-laki pertama kelahirannya. Anak laki-laki pertama kelahirannya Israel dilindungi dengan menempelkan darah domba di pintu-pintunya. Hal ini berarti karena Aku akan menjadi Domba Allah untuk menuangkan DarahKu sebagai korban berkat untuk menyelamatkan dosa-dosa seluruh umat manusia. Engkau, putraKu, juga anak laki-laki pertama kelahirannya yang merupakan bukti lagi tentang misimu untuk menyebarkan pesan-pesanKu agar orang-orang siap menghadapi pembantaian akan datang. Simeon memberkatiku dan membuat beberapa nubuat mengenai misiku serta bagaimana Bunda terkutuk dengan pedang di hatinya saat Aku mati. Banyak yang telah meninggal sebagai martir atas NamaKu, bahkan ketika engkau merayakan hari peringatan St. Thomas Becket ini yang merupakan seorang santo di surga. Usahalah mengumandangkan imanmu dan bersiaplah bahkan untuk mati demi imanmu, jika perlu.”
Yesus berkata: “Wahai umatKu, kamu telah mendengar ungkapan ‘Mereka memiliki telinga untuk mendengarkan, tetapi tidak dapat memahami perkataan-Ku; dan mereka memiliki mata untuk melihat, tetapi tidak dapat memahami makna mukjizat-mukjizat perawatan-Ku’. Orang-orang zaman-Ku bisa mendengar dan melihat perkataanku serta perbuatan-perbuatanKu, namun masih banyak yang tidak mau percaya padaku. Di dunia sekarang kamu juga memiliki Kitab Suci perkataan-Ku, bahkan dengan penjelasan-penjelasannya, tetapi orang-orang menolak untuk percaya padaku. Kamu mempunyai ciptaan-Ku untuk dilihat dan bahkan mukjizat-mukjizat perawatan di antara kalian, namun masih banyak yang menolak untuk percaya pada tindakan penciptaanku. Aku mengungkap diri dalam berbagai cara kepada orang-orang, tetapi mereka harus membangun keinginan untuk mencintai-Ku jika ingin melihat dan mendengarkan dengan mata dan telinga iman. Aku tidak memaksa diriku pada kebebasan kalian, namun kamu harus bersedia menerima akibat-akhir dari perbuatan-perbuatanmu. Pada akhirnya hanya ada dua pilihan: cinta abadi bersama-Ku di surga atau benci abadi bersama setan di neraka. Usahalah untuk memiliki jiwa yang murni bersama-Ku di surga yang lebih dikehendaki oleh keinginan jiwamu. Jangan biarkan setan atau hal-hal dunia ini menjauhkanmu dari cinta tak bertegang-tekang-Ku padamu. Datangkanlah diri kepada Aku dan Aku akan memberi makan jiwamu dengan Tubuh dan DarahKu yang hanya Aku saja dapat memenuhi keinginan jiwa kamu untuk mencari cinta dan damai.”